Menuliskan Tinta Emas Di Sebuah Harapan, judulnya mungkin sedikit berpuitis. Walaupun yang ngebaca bukan seorang sastrawan atau budayawan, apalagi yang nulis hanya seorang mahasiswa tingkat akhir yang belum lulus. Jelang beberapa hari sebelum mengganti kalender 2009 dengan 2010, begitu banyak harapan yang ada dibenak ini. Harapan-harapan itu sebenarnya sudah ada sejak lama, namun terpendam dalam lumpur hati yang kelam.
Mengingat pada tahun sebelumnya, harapan itu masih sama. Hanya saja berputar tanpa roda. Usaha, waktu, doa dan biaya telah terbuang namun belum tercapainya tujuan tersebut. Terbesit apakah itu bukan dewi fortuna saya, apakah demikian bad luck diri ini..? Mungkin itu hanya awal yang tertunda. Mungkin tidak dijalankan dengan sepenuh hati. Oalah, nulis apa ini rada ga jelas. Wkwkw…
Maaf kalo yang ngebaca mungkin rada ga jelas. Ga terasa Tahun akan segera berganti. Banyak kenangan akan tahun 2009 yang akan terbungkus dalam memori. Semua datang dan pergi, hanya ada sekilas pandangan akan masa lalu. Di tahun 2009, saya mengawali mimpi sebagai blogger. Di tahun itu pula, saya mencoba untuk belajar blog. Awal untuk meraih mimpi ada di depan mata. Ide bisnis hasil pertapaan sudah mulai menunjukkan sedikit harapan. Read more »
puisi masa depan,puisi harapan masa depan,blogs puisi harapan,puisi masa depanku,puisi tentang masa depan,contoh puisi tentang masa depan
